Sabtu, 19 Agustus 2017

Danau biru Cigaru, Cisoka, Tangerang

Dinamakan danau biru, karena memang warnanya biru. Pertama liat aja pasti pengen nyebur, airnya keliatan seger banget. Apalagi kalo dateng ke danau cigaru pas cuaca panas-panasnya, yakin deh kalo nggak pengen langsung nyebur atau sekedar menenggak segelas aja. 



Kalo boleh request, mungkin saya bakalan minta itu lagu birunya cinta dibikin video klipnya di danau cigaru cisoka ini aja😁.
Kenapa sih bisa biru gitu? Semakin digali airnya malah mengharu biru gitu. Yang jelas bukan salah yang gali apalagi nyalahin alat yang buat ngegali. Ini murni dari alam, karena kandungan zat (apa gitu saya juga lupa lebih tepatnya emang ngga tau, ehh tapi pernah dikasih tau pernah baca juga tapi berlalu begitu saja) dalam tanah bertipe pasir putih ini memang mampu menjadikan tampungan air berwarna hijau dan biru. 


Karena dipandang unik dan menarik, akhirnya tempat ini menjadi referensi baru untuk wisata alam. Nggak beda jauh lah dengan ala-ala telaga warna, bisa buat foto prewedding, maen kapal2an , apalagi nungguin sunset (nungguin dianya udah, kalo nggak dapet kepastian ya sadar diri aja😑 hha).


Yah, bginilah tempat menyepi ala ala anak sipil yang lagi mikir kapan lulusnya.. Nggak tau apa yang dikejar, suka lupa ngga inget umur.. Karena cerita hidup yang ditulisnya masih panjang (inget impian jadi penulis yang menggantung di angkasa😢). Kalo film pupus endingnya sih keren lulus jadi arsitek, lebih2 film mantan terindah endingnya jadi penulis beneran. Nah, saya.. (lahh kok jd baper disini😂😂)

Minggu, 02 Oktober 2016

Panorama Surga Negeri di Atas Awan, Dieng Plateu

            Berawal dari dongeng sebelum tidur yang dilantunkan oleh Ibu, bahwa di Jawa Tengah ada sebuah tempat yang memiliki keindahan seperti surga. Ya, Kala itu Ibu menceritakan pengalamannya waktu muda ke wisata Dieng yang konon memiliki keindahan tiada tara. Tentu hal itu menimbulkan rasa penasaran saya untuk bisa mengunjunginya suatu hari nanti.
panorama dieang plateau dari gunung prau

            Dan setelah lama bermimpi, akhirnya saya terbangun di suatu pagi di bulan agustus. Saya memutuskan untuk mengunjungi langsung dataran tinggi Dieng yang berlokasi diantara dua kabupaten yaitu Banjarnegara dan Wonosobo tersebut. Udara pagi itu sangat dingin, kabut pun ikut menemani di sepanjang perjalanan purwokerto hingga ke perbatasan banjarnegara.
suasana sejuk dataran tinggi dieng

Pagi itu, saya sempat menyantap bubur yang nikmat sekali di alun-alun wonosobo. Udara segar dan aroma khas pedesaan yang lama saya rindukan selama di perantauan, mulai terasa ketika sampai ditempat ini. Dari kota Wonosobo menuju Dieng sendiri masih membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Pemandangan kanan dan kiri berupa sayur-mayur yang memanjakan mata dengan kondisi jalan yang makin menanjak, berkelok-kelok serta aliran sungai serayu yang jernih benar-benar menyejukkan. Dan taraaa… akhirnya sampailah saya di negeri dongeng Dieng Plateu yang ditandai dengan sebuah gapura bertuliskan “Kawasan Dieng Plateau”. Udara dingin mulai menyeruak, menusuk tulang yang kala itu bersuhu sekitar 7 derajat celcius.
berada di salah satu obyek wisata dieng
Setelah selesai sarapan dan membersihkan diri, Guide bernama Pak Wahyu dengan membawa kamera kesayangannya langsung mengajak saya berkeliling ke beberapa spot andalan di kawasan Dieng. Pertama kali menginjakkan kaki, saya begitu takjub akan salah satu panorama alam jawa tengah yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara ini.
Dan inilah beberapa destinasi di kawasan Dieng Plateau yang telah membuat saya benar-benar terpukau ketika berkunjung:

1. Telaga Warna

telaga warna dengan kandungan sulfurnya
Seperti namanya Telaga Warna, telaga ini memiliki warna yang berubah-ubah jika terkena pantulan sinar matahari karena kandungan sulfurnya yang tinggi. Sayangnya, waktu itu cuaca sedang kurang baik, gerimis beberapa kali menemani kunjungan saya. Meskipun begitu, pengunjung tetap antusias dengan asyik berfoto di spot andalan yang begitu terkenal di Dieng. Dan berikut view telaga warna yang sempat saya abadikan saat gerimis kala itu.
salah satu spot untuk berfoto di telaga warna
Untuk harga tiket weekend sendiri dikenai Rp.7.500,- untuk wisatawan lokal, dan Rp. 150.000,- untuk wisatawan mancanegara. Tiket tersebut sudah mencakup obyek seperti telaga pengilon, gua sumur, gua jaran, gua semar dan lain-lain.
suasana telaga yang gerimis dan berkabut 

2. Telaga Pengilon

beningnya air di telaga pengilon berpadu dengan gerimis

Telaga Pengilon merupakan telaga yang lokasinya berdekatan dengan telaga warna. Sesuai dengan namanya, dalam bahasa jawa Pengilon berarti cermin, karena air di telaga ini lebih bening dan jernih seperti cermin. Meskipun beragam mitos berkembang, namun tetap saja pemandangan telaga yang dikelilingi pohon-pohon  dan rumput ini membuat kagum setiap mata yang memandang.

3. Batu Tulis


Batu Tulis merupakan sebuah batu besar dengan sebuah patung Maha Patih Gajah Mada didepannya. Legendanya pun sudah tertulis disamping patung tersebut, yakni konon orangtua yang memiliki anak yang belum bisa membaca, kemudian ia memohon kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh maka anak tersebut akan segera bisa membaca.

4. Gua Sumur


pintu masuk gua sumur

Masih dalam satu kawasan dengan obyek telaga pengilon dan telaga warna. Gua yang didalamnya terdapat air yang dikenal dengan Tirta Prawitasari ini dipercaya mampu menyembuhkan segala penyakit. Nah, di dalam gua ini ternyata berpenghuni, dijaga oleh seorang sesepuh bernama Mbah Kumolosari.

5. Gua Pengantin

jalan masuk menuju gua pengantin
Gua yang letaknya bersebelahan dengan gua sumur ini, konon dipercaya dapat mendatangkan jodoh setelah melakukan semedi di dalam gua sesuai syarat yang diberikan oleh sang juru kunci gua. Apakah kalian tertarik dan  berniat untuk mencobanya??? hehee

6. Kompleks Candi Arjuna

candi arjuna yang diselimuti kabut
Diberi nama kompleks, karena di tempat ini bukan hanya terdapat candi arjuna saja. Di kawasan candi arjuna dapat kita jumpai 4 candi sekaligus antara lain: Candi Srikandi, Candi Semar, Candi Sembadra dan Candi Puntadewa. Dan lagi-lagi sore itu kabut kembali menyelimuti jelajah saya di sekitar kompleks candi. 
dieng culture festival
Serunya lagi, jika cuaca cerah tempat ini sering dijadikan spot perburuan fotografi milkyway yang sangat keren. Sayangnya, cuaca yang kurang mendukung membuat saya gagal berburu milkyway waktu itu.
kompleks candi arjuna dieng

Di area Kompleks candi bercorak Hindu ini, sering dijadikan sebagai tempat perayaan Dieng Culture Festival. Yaitu, sebuah kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan ritual pemotongan rambut anak gimbal yang disertai dengan pelepasan lampion dan music jazz negeri diatas awan. Untuk tiket masuk kompleks candi arjuna sendiri sudah naik menjadi Rp.15.000,-.
suasana kompleks candi arjuna menjelang malam

7. Kawah Sikidang

suasana kawah sikidang yang diselimuti kabut

Pertama kali memasuki area ini saya langsung melihat segerombolan orang ramai berfoto-foto di sebuah icon bertuliskan “KAWAH SIKIDANG”. Memang menarik sekali, dari kejauhan tampak pegunungan dengan asap tebal yang keluar dari kawah. Bau belerang yang menyengat begitu tercium, sebab Dieng sendiri memang merupakan dataran tinggi vulkanik yang masih aktif dengan ketinggian sekitar 2000mdpl. 
telur rebus yang dijajakan pedagang

Di beberapa  titik lokasi, saya dapat melihat lumpur yang meletup-letup, bahkan tampak para pedagang mencoba memamerkan atraksi menceburkan telur hingga matang hanya dalam waktu singkat, Amazing!!

Lagi-lagi cuaca yang tak menentu kala itu, membuat kabut makin tebal disertai angin dan akhirnya saya harus basah kuyup karena kehujanan. Disarankan ketika berada di kawah ini untuk memakai masker/ penutup hidung supaya terhindar dari bau belerang.
wajib memakai masker di kawah sikidang


8. Petak 9 Bukit Sidengkeng

gerbang masuk petak 9

Kalau obyek yang satu ini, lokasinya tidak terlalu jauh dari gerbang masuk Telaga Warna ditandai dengan gapura bambu bertuliskan Wana Wisata Petak 9 Dieng Plateau. Di dalam kawasan ini dapat dijumpai spesies tanaman hutan langka seperti bunga terompet  dan lain-lain. Wana Wisata petak 9 bisa disebut sebagai icon yang mirip dengan kalibirunya jogja. Karena terdapat sebuah rumah pohon dengan view langsung menghadap ke 2 telaga sekaligus. Sehingga tempat ini bisa dijadikan alternative lain untuk menikmati ketinggian dieng plateau selain batu ratapan angin.

9. Batu Pandang Ratapan Angin

view telaga warna dan pengilon dari batu ratapan angin

Merupakan sebuah batuan bertebing yang lokasinya tak jauh dari telaga warna. Jangan lupa siapkan tenaga untuk menuju ke batu tersebut. Sebab pemandangan dari atas begitu menakjubkan berupa view telaga pengilon dan telaga warna yang seolah bersatu namun tidak menyatu.  Spot yang paling diserbu para pengunjung karena pemandangan dari ketinggiannya yang begitu mempesona.
salah satu spot foto di batu pandang ratapan angin

10. Dieng Plateau Theater


Selain wisata alamnya ternyata di Dieng ini tersedia tempat yang secara khusus menyajikan film documenter. Dalam film yang berdurasi 20 menit tersebut diceritakan sejarah dataran tinggi Dieng mulai dari cerita meletusnya gunung, potensi wisata dan alamnya serta tipikal masyarakatnya tersaji lengkap dalam sebuah film. Untuk menikmati film bioskop berkapasitas sekitar 60 orang tersebut, dikenai tiket retribusi sebesar Rp. 10.000,-.
tempat pemutaran film dokumenter dieng

11. Jembatan Merah Putih Dieng


Nah, kalau jembatan ini lokasinya dekat dengan ratapan angin, hanya beberapa meter saja. Bagi kalian pecinta aktivitas flying fox, arena jembatan merah putih bisa menjadi tempat yang seru untuk bisa menikmati pemandangan dieng dengan cara yang berbeda.

12. Gunung Prau

menanti sunrise yang indah di gunung prau

Satu lagi wisata andalan Dieng adalah wisata gunung Praunya yang menjadi tempat favorit bagi para pendaki.Dengan ketinggian 2.565mdpl, puncak gunung prau menyajikan landscape yang menawan berupa background 5 gunung sekaligus, yaitu sumbing, sindoro, Merapi, Merbabu dan Slamet. Sensasi menikmati sunrise yang indah dari negeri diatas awan Dieng Plateau selain Bukit Si Kunir dengan view Golden Sunrisenya yang ajib.
sun rise dan lautan awan gunung prau dieng

 Uniknya, yang membedakan gunung prau dengan gunung-gunung lainnya adalah banyaknya bukit-bukit savana hijau di puncak, sehingga di gunung prau sering dikenal dengan bukit teletubbiesnya yang maha dahsyat. Selain itu di gunung Prau kita akan memandang hamparan bunga daisy atau bunga lonte sore yang sangat cantik. Panorama telaga warna yang berwarna warni, asap kawah sikidang yang mengepul, serta pemandangan lahan sayuran yang tersusun rapi terlihat indah dari puncak  Maha Prau.
bukit teletubbies gunung prau
12 Tempat wisata Dieng diatas sudah sangat mewakili rasa penasaran saya selama ini. Jujur, benar kata Ibu bahwa sekali berkunjung ke Dieng Plateau rasanya ingin terus kembali mengunjunginya. Buktinya dua kali ke tempat wisata ini saya masih saja merasa rindu, rindu akan keramahan masyarakatnya, rindu akan alamnya yang menawan dan rindu akan kulinernya.
Background merbabu,merapi, sumbing, sindoro dari prau

 Ow ya, satu lagi ketika bertandang ke Dieng jangan sampai terlewatkan menu andalan Mie Ongklok, yakni sebuah kuliner mie rebus yang dibumbui dengan kuah kental  dari campuran bumbu kacang, sari pati singkong, ebi dan gula merah yang kemudian di beri kucai. Biasanya disantap langsung dengan sate sapi sebagai pendampingnya. Hmm.. benar-benar So Yummy.. Terasa Lengkap sekali perjalanan mengunjungi Dieng Plateu. Untuk Oleh-oleh banyak sekali pilihan makanan mulai dari manisan atau keripik berbahan kentang, carica, jamur dll.
bunga daisy yang menjadi karakteristik gunung prau

Berikut rincian transportasi yang digunakan dari Jakarta menuju Dieng ala-ala Backpackeran versi saya:
1. Transportasi Kereta api Pasar Senen-Purwokerto
2. Dari Purwokerto naik angkutan umum menuju terminal Purwokerto
3. Dari Terminal Purwokerto naik bis metromini menuju Wonosobo
4. Dari Wonosobo dilanjutkan metromini langsung menuju Dieng Plateau
Nah, simple dan nggak ribet kan untuk bisa menikmati panorama tiada tanding Dieng Plateu?? Tunggu apalagi, Angkat ranselmu dan nikmati keindahan Negeri Di atas Awan, Wisata kebanggaan Kabupaten Jawa Tengah ini.


                                                           =====

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (Link www.twitter.com/visitjawatengah)


Note: Semua foto dalam blog ini merupakan dokumentasi pribadi penulis.



Minggu, 18 September 2016

Berkeliling ke taman-taman di Jakarta

Awalnya karena sebuah rekomendasi dari teman yang mengajak saya nonton konser maliq d'essential di taman barito tahun baru 2015. Sebagai teman yang baik tentu saya setuju, apalagi taman yang disebut-sebut membuat saya penasaran. Seperti apa sih taman Jakarta yang menurut teman saya yang metal ini indah, hingga dia bisa luluh main ke taman????? Penasaran bangett deh jadinya.

yapps, berangkat pertama kali muter-muter menteng lewat lapangan banteng dan akhirnya sampailah ke menteng. Pengalaman gimana rasanya ditunjukin "jamet" ya waktu muter2 menteng. Seru juga,, hhha sehingga kesan jakarta begitu terasa.

Review ini dia taman-taman jakarta  terfavorit versi saya tentunya:


1. Taman Menteng
    Seperti namanya ya taman ini unik sekali berupa rumah kaca yang didesain unik sekali, lengkap dengan berbagai fasilitas mulai dari toilet, mushola, tempat parkir, area bermain anak-anak, lahan hijau, tempat nongkrog dan ngopi-ngopi manis, serta arena lapangan mulai dari futsal, basket, voly dan lengkap banget dah buat olahraga.



tulisan taman mentengnya kece abis pertama liat

kalo malam lampu rumah kacanya keren

spot fave banget rumah kacanya unik
nahh itu ulasan dikit tentang taman menteng, selengkapnya baca di Taman menteng jakarta

2. Taman Kodok
Kalo taman kodok lokasinya cuma sebelahan sama taman menteng terpisah tempat parkir aja, yang jelas batagor menteng sama ketoprak dan es kelapa mudanya yang bikin ketagihan. taman kodok ini punya air mancur dan lebih kecil areanya. Spot tempat nongkrong yang didesain sedemikian cantik juga cocok buat latihan drama dan fotografi.

3. Taman Suropati
By the way, ini taman kenangan banget deh pertama diajak nongkrong ditaman ini. Kita nonton film sampai batrainya abis trus ujan-ujanan ke sevel. Pertama kesini dikenalin sama tahu gejrotnya si mamang, sedapp banget. Dan berawal dari taman ini pertama kalinya juga diksih rekomendasi sop duren yang ajibb banget rasanya, sama itu tuh makanan sederhana, sesederhana yang nraktir yaitu ketan susu sama tempe goreng minumnya teh pait pake gerabah, hmmm nggak bakal lupa banget sama makanan ini.
nonton film penuh kenangan disini, karena saya nggak boleh sampe nginjek rumput hahahha

musisi seni biola di tamsur

rumah burung tamsur
 nah, kalo udah ditaman ini aku suka lama nungguin burung keluar cuma mau motret si burung yang entah nggak keluar-keluar juga.

 nihh peta tamsur, kalo-kalo kamu kehilangan arah, tersesat dan tak tau arah jalan pulang heheh


 spot taman berwarna-warni yang ada patung kudanya, ada air mancur cantik banget deh
Ow ya, kalo menurut aku ini taman paling diminati warga jakarta, selain menarik banyak air mancur, suasananya seger, juga sering buat kopdar gitu suasananya emang nyaman, adem, aku suka cari inspirasi disini. Makasih banget pokoknya buat yang pertama kali recomendasiin aku ke tempat secantik taman ini. Selengkapnya tentang tamsur baca disini taman suropati

4. Taman Situlembang
Nah lhoh, sekitaran menteng emang seru kalo buat muter-muter. Pertama kali diajak ya diputer-puterinin di 3 taman ini, yang ternyata katanya jauh padahal deket banget. Asli saya dibohongin, deket banget jalan kaki, trus kenapa harus muter-muter pake motor.. duhh nggak apa2 yang penting ujung2nya bisa liat taman.
inspiratif buat aku nulis tempatnya adem

terakhir kesini emang lagi galau ngelamun mulu



para pemancing hebat tak kenal pulang sebelum dapet ikan. sedihnya pas terakhir kesini teratainya nggak mekar, terus air mancur nggak dinyalain,sedih deh. 
"apa aku harus menunggu sampai teratai ini mekar baru aku pulang" hahahaha
selengkapnya baca disini yee taman situlembang

Demikian review taman-taman jakarta yang menurut aku nyaman, bikin tenang, damai dan banyak kenangan. Mari budayakan berkunjung ke taman-taman dan jagalah kebersihannya.